5 Negara Pembuang Makanan Sisa Terbanyak Di Dunia

Makanan termasuk kebutuhan utama manusia. Meski begitu, terkadang saat kita makan kita tak menghabiskannya dengan berbagai alasan. Akibatnya, sampah makanan pun terus menggunung. Dan ternyata banyak negara yang setiap tahunnya tercatat membuang banyak makanan. Sebagian besar adalah negara-negara di Eropa. Ada beberapa negara yang sejak dulu dikenal memproduksi sampah makanan paling banyak di dunia. Bahkan setiap tahunnya tercatat ribuan ton sampah dari makanan yang terbuang secara sia-sia.
5 Negara Pembuang Makanan Sisa Terbanyak Di Dunia
Salah satunya ada negara Denmark yang terkenal dengan gaya hidup orang-orangnya yang mewah. Dilansir dari Silicon India, berikut lima negara yang paling banyak membuang makanan.

1. Denmark

Denmark termasuk salah satu negara di Eropa yang terkenal dengan gaya hidup orang-orangnya yang mewah. Pemerintah mereka menyediakan fasilitas transportasi hingga kesehatan yang terjamin. Namun Denmark ternyata punya catatan buruk jika berhubungan dengan limbah makanan. Menurut data yang ada setidaknya setiap orang di Denmark membuang 660 kilogram makanan setiap tahunnya. Sebagian besar sampah makanan berasal dari restoran, kafe, katering, dan rumah.

Bahkan sampah makanan ini kebanyakan berupa produk makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa. Untuk menangani hal ini pemerintah Denmark sudah meluncurkan program untuk mengurangi makanan yang dibuang, namun hasilnya belum terlalu terlihat.

2. Belanda

Sama seperti Denmark, Belanda juga termasuk ke dalam negara yang paling banyak membuang makanan di dunia. Perekonomian di Belanda yang meliputi restoran, kafe, katering sampai tempat makan lainnya yang cukup banyak, jadi penyebab menumpuknya sampah makanan.

Setidaknya ada lebih dari 610 kilogran sampah makanan yang dihasilkan oleh setiap orang per tahunnya. Ada beberapa inisiasi atau gerakan dari pemerintah Belanda untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya menghemat makanan dan meminimalisir limbah makanan. Makanan yang paling banyak dibuang di antaranya ada produk olahan susu, makanan berlemak, hingga sup.

3. Amerika Serikat

Di antara negara-negara di Eropa, ada Amerika Serikat (AS) yang produksi limbah makanannya sangat tinggi. AS sejak dulu dikenal sebagai salah satu negara yang memproduksi makanan paling banyak di dunia.

Dampaknya, ada lebih dari 150 ribu ton makanan yang dibuang di Amerika setiap harinya. Namun itu semua berjalan sebanding dengan makanan yang dibuang di sana. Bahkan dari data yang ada setidaknya makanan yang dibuang ini nilainya sangat fantastis, mencapai rata-rata 48,3 juta dolar AS atau sekitar Rp796 triliun!

Selain itu 50 persen dari makanan yang dibuang berasal dari hasil pertanian seperti jagung, tebu, aneka sayuran, sampai buah-buahan. Hal ini tak terlepas dari jumlah produksi makanan yang sangat tinggi di sana.

4. Kanada

Kanada dikenal sebagai salah satu negara yang paling aman dan nyaman di dunia. Namun ternyata Kanada juga tak luput dari permasalahan sampah makanan yang menumpuk. Bahkan negara di Amerika Utara ini masuk ke dalam barisan negara yang paling banyak buang makanan.

Menurut data yang ada setidaknya setiap orang membuang 640 kilogram makanan setiap tahunnya. Dari semua kota di Kanada, Toronto menempati posisi pertama sebagai kota yang paling banyak menghasilkan sampah makanan setiap tahunnya. Lewat data dari Love Food Hate Waste, ada lebih dari 2,2 juta ton makanan yang masih bisa dimakan berakhir di tempat sampah.

5. Norwegia

Norwegia merupakan negara yang paling aman di dunia karena punya fasilitas kesehatan dan kebersihan yang terjamin. Negara ini juga cukup modern, namun sayangnya masih sering membuang makanan dalam jumlah banyak.

Dari data yang dihimpun dari Visit Norway, ada lebih dari 350 ribu ton makanan yang dibuang belum termasuk limbah makanan yang dihasilkan dari restoran dan kafe. Untuk mengurangi limbah makanan, industri makanan di Norwegia mulai membatasi penggunaan.

Mereka bahkan punya misi untuk mengurangi limbah makanan di negara tersebut hingga 20 persen pada 2020 ini. Beberapa organisasi juga mulai mendorong restoran dan hotel untuk beralih ke bahan-bahan ramah lingkungan hingga membagikan sisa makanan untuk mereka yang lebih membutuhkan.